Uraian Makalah Sosiologi : Fenomena Kenakalan Remaja


Puji syukur penulis ucapkan atas terselesaikannya tugas analisis ini. Kali ini penulis menganalisi mengenai fenomena kenakalan remaja.
Remaja merupakan tahap transisi dari anak-anak menuju kedewasa (13-18 tahun), peran dari lingkungan sekitarnya dapat mempengaruhi dalam pencarian identitas diri remaja tersebut.masa remaja bukan hanya tampak melalui perubahan fisik tetapi juga terjadi perubahan psikis seorang anak. banyak faktor yang mempengaruhi tingkah laku para remaja yang dapat menjerumuskan para remaja kedalam pergaulan bebas dengan tindakan kenakalannya.dunia remaja seringkali membuat pusing orang tuanya, para remaja ingin tahu sampai dimana rasa ingin tahunya berlangsung.akhirnya seringkali para remaja terjerumus kedalam lubang kehancuran.perlulah didikan yang tegas dari orang tuanya, tegas tidak selalu identik dengan kekerasan atau penganiayaan,melainkan melalui diskusi antara anak dan orang tua agar terciptanya saling keterbukaan antar anak dan orang tua.
Penyebab kenakalan remaja ada yang berasal dari diri sendiri dan dari luar
Yang berasal dari diri sendiri adalah kontrol diri yang lemah,seorang remaja yang tidak bisa membedakan kelakuan yang baik atau kelakuan yang tidak baik akan terseret pada prilaku “nakal”. Yang berasal dari luar yaitu Kurangnya perhatian dari orang tua, serta kurangnya kasih sayang.
Ada pepatah lama mengatakan kasih sayang adalah pelajaran termurah. Apabila seorang anak tidak diberikan perhatian khusus oleh orang tuanya yang merupakan lembaga utama pembelajaran seorang anak, maka anak tersebut sulit mendapatkan pelajaran mengenai hal yang boleh diperbuat atau hal yang dilarang. Seorang anak yang seharusnya meniru atau mencontoh hal-hal baik orang tuanya akan sulit didapatkannya,dan ketika seorang anak terjun kedunia luar maka anak tersebut sulit untuk menelaah hal yang boleh dilakukannya atau yang tidak boleh dilakukan. Sehingga tidak heran seorang anak itu banyak yang berprilaku menyimpang dan mengikuti hal yang tidak baik dari orang tuanya.
Minimnya pemahaman agama
Dalam kehidupan berkeluarga, kurangnya pembinaan agama juga menjadi salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja. Dalam pembinaan moral, agama berperan penting dalam pembentukan nilai-nilai moral yang datangnya dari agama. Pembinaan agama harus ditanamkan kepada seorang anak dari usia dini. Bisa melalui kegiatan TPA(tempat pengajian anak) untuk muslim atau pun pergi ke sekolah minggu untuk kristen. Dari sana seorang anak akan mendapatkan nilai-nilai rohani dari pembimbingnya dan juga dapat belajar hidup sosial dari kawan-kawannya dilingkungan pembelajaran agama. Dari sana terdapat suatu kontrol pola hidup anak.
Pengaruh dari lingkungan sekitar
Lingkungan merupakan pengaruh yang sangat besar. Karena manusia adalah makhluk sosial, dari sana seorang anak akan belajar dan mempengaruhi sifat dan wataknya. Apabila seorang anak dibesarkan dilingkungan yang buruk maka moralnya akan begitu juga adanya, dan apabila dilingkungan yang baik, maka baik juga prilakunya. Jadi pengaruh lingkungan sangatlah besar.

menurut Zakiah Daradjat (1992:28) yang dimaksud dengan masa remaja yaitu: Satu tingkat umur, di mana anak-anak tidak anak-anak lagi, akan tetapi belum bisa dipandang dewasa. Jadi remaja adalah umur yang belum dapat menjembatani antara anak-anak dan umur dewasa. Remaja adalah usia dimana seorang anak mengalami masa transisi atau masa peralihan dalam mencari identitas diri. Masa peralihan yang dimaksudkan disini adalah peralihan dari masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa atau merupakan perpanjangan dari masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa. Karenanya pada masa ini seakan-akan remaja berpijak antara dua kutub yaitu kutub yang lama (masa anak-anak) yang akan ditinggalkan dan kutub yang baru (masa dewasa) yang masih akan dimasuki. Dengan keadaan yang belum pasti inilah remaja sering menimbulkan masalah bagi dirinya dan pada masyarakat sekitarnya, sebab pribadinya belum stabil dan matang.
Menurut   Kartono, ilmuwan sosiologi
     Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang".
Santrock "Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal."
Beberapa faktor yang menyebabkan kenakalan remaja diantaranya adalah  kurangnya pengawasan dari oran tua, dasar-dasar agama yang kurang,tidak adanya penyaluran hobi dan bakat,pengaruh teman sepermainan dan masih banyak lagi.
Kenakalan remaja apabila tidak ditangani akan berdampak sangat besar dan membentuk kepribadian buruk untuk remaja itu.
Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI 2007) menunjukkan jumlah remaja di Indonesia mencapai 30 % dari jumlah penduduk, jadi sekitar 1,2 juta jiwa. Hal ini tentunya dapat menjadi asset bangsa jika remaja dapat menunjukkan potensi diri yang positif namun sebaliknya akan menjadi petaka jika remaja tersebut menunjukkan perilaku yang negatif bahkan sampai terlibat dalam kenakalan remaja.
Kenakalan remaja di Indonesia pada saat ini di antaranya adalah
 Berbohong , mencuri,Membolos sekolah, kebut-kebutan dijalanan, penggunaan narkotika dan miras, ,  menonton video porno ,sex pranikah,aborsi, tawuran, dan masih banyak lagi.Penulis hanya mengambil sebagian besar dari kenakalan remaja tersebut.
Kali ini penulis akan menganalisis sebagian besar dari kenakalan remaja tersebut.
Yang pertama adalah berbohong, berbohong adalah hal utama penyebab kenakalan remaja tersebut.dari berbohong maka si anak akan belajar mencuri dan juga membolos sekolah. Begitu banyak para remaja yang dipenjara akibat mencuri motor dengan alasan kebutuhan individunya belum terpenuhi dan juga para pelajar yang ditanggap oleh Satpol PP akibat membolos dari sekolah dan pergi bermain ke warnet.Prilaku ini dapat ditekan dari usia dini,ketika seorang anak berusia dini diajarkan kejujuran dari orang tuanya dan pondasi agama yang kuat serta juga pengawasan anak di lingkungan sepermainannya, maka prilaku ini dapat diatasi
Yang kedua adalah kebut-kebutan dijalanan, akhir-akhir ini kita sering menyaksikan berita kecelakaan yang dialami para remaja. Berita terbaru mengenai kecelakaan AQJ yang membawa mobil dengan berkecepatan 175km/jam, remaja ini dapat dikatakan belum mempunyai mental dan emosi yang baik. Sehingga begitu banyak korban yang ditimbulkan akibat kecelakaan ini diantaranya ada yang meninggal dan juga ada yang kritis dirumah sakit.
Masalah lain yang ditimbulkan dari kebut-kebutan dijalanan adalah sebagian remaja yang aktif dalam kegiatan ini sebagian membentuk geng motor dalam arti negatif yang sering meresahkan masyarakat. Geng-geng motor ini merusak, membunuh pengendara lain, menodong dan merampok pengguna jalan lainnya. Kembali ke orang tua, peran orang tua dalam pengawasan sangat diperlukan dalam mengontrol para remaja tersebut.

Yang ketiga adalah Narkotika dan miras
Mengutip Hasil Penelitian BNN bekerja sama dengan UI menunjukkan :
Jumlah penyalahguna narkoba sebesar 1,5% dari populasi atau 3,2 juta orang, terdiri dari 69% kelompok teratur pakai dan 31% kelompok pecandu dengan proporsi laki-laki sebesar 79%, perempuan 21%
Kelompok pecandu terdiri dari penyalahguna ganja 75%, heroin / putaw 62%, shabu 57%, ekstasi 34% dan obat penenang 25%
Angka kematian (Mortality) pecandu 1.500 orang meninggal dalam 1 tahun. Disamping itu penggunaan jarum suntik yang bersamaan akan menularkan virus yang berbahaya yaitu HIV/AIDS.
Angka-angka di atas cukup mencengangkan, bagaimana mungkin anak remaja yang masih muda, polos, energik, potensial yang menjadi harapan orangtua, masyarakat dan bangsanya dapat terjerumus dalam limbah kenistaan, sungguh sangat disayangkan. Tanpa disadari pada saat ini, di luar sana anak-anak remaja sedang terjerat dalam pengaruh narkoba dan miras.
Sudah banyak korban prilaku menyimpang para remaja ini akibat “Keingintahuannya yang besar”.

Yang keempat adalah memonton video porno
pada saat ini merupakan era kemajuaan global. Perkembangaan teknologi begitu pesat dan mungkin semua remaja memiliki teknologi ini yaitu Handphoe, Komputer, dan televisi. Mudahnya para remaja mendapati video porno dari media ini baik melalui internet maupun membeli kaset-kaset. Ketika penulis mendatangi suatu warnet(warung internet) penulis banyak melihat anak-anak yang mengakses internet tanpa diawasi oleh pemilik warnet tesebut.dengan adanya “keingintahuannya”, dan juga dorongan dari kawannya ia mencoba-coba mengakses situs-situs porno tersebut. Dari pola pembelajaran yang menyimpang tersebut anak ini akan tumbuh menjadi seorang remaja yang keingintahuannya bukan sekedar menonton tetapi menyoba dari yang ia tonton.maka Dari itu akan terjadi sex pra nikah yang  dapat berakibat sangat fatal bagi dari pihak laki-laki maupun wanita. Dari wanita apabila ia hamil dalam usia sekolah maka akan berdampak yang sangat besar yaitu dikeluarkan dari sekolahnya, kurangnya masa remajanya, mencoreng nama baik keluarganya dan rusaknya psikis dari remaja tersebut. Dan dari laki-lakinya, belum adanya tanggungjawab di dalam dirinya, adanya tuntutan dari si wanita sehingga dia dipenjara dan masih banyak dampak lainnya.
Dengan begitu banyaknya dampak ini, tidak sedikit remaja tersebut mengambil jalan pintas yaitu melalui aborsi. Angka aborsi untuk remaja tidaklah sedikit, dikutip dari media terbitan tanah air diperkirakan mencapai 5 juta kasus pertahun, sebuah jumlah yang sangat fantastis bahkan untuk ukuran dunia sekalipun.menurut BKKBN tiap tahun terjadi peningkatan aborsi sebanyak 15%. Dan ilegal aborsi ini sangat beresiko berakhir dengan kematian.
Disamping aborsi dampak yang sangat besar ditimbulkan dari sex pra nikah yaitu, terjangkitnya virus HIV/AIDS bagi remaja tersebut. Kurangnya pemahaman mengenai hubungan sex yang baik menyebabkan para remaja terjangkit virus yang belum ada obatnya ini.Dikutip dari artikel kenakalan remaja  HIV/AIDS: 1283 kasus, diperkirakan 52.000 terinfeksi, 70% remaja
Oleh sebab itu perlulah sosialisasi mengenai dampak dari hubungan sex pra nikah ini.

Ke-5 Tawuran
Tawuran bukanlah hal baru yang diperbincangkan setiap tahunnya.tawuran antar pelajar saat ini sudah menjadi masalah yang menggangu ketertiban dan keamanan lingkungan sekitarnya. Seringkali terjadi korban dalam tawuran ini, diantarnya ada korban meninggal dunia atau pun luka-luka. Faktor-faktor pemicu tawuran ini adalah ketersinggungan salah satu kawan yang ditanggapi dengan solidaritas kawan yang berlebihan, permasalahan yang sudah menjadi sejarah yang tidak kunjung berakhir, salah pahan akibat provokator, jiwa premanisme yang tumbuh dalam jiwa pelajar. Pada tahun 2010 diindonesia terjadi 128 kasus tawuran antar pelajar, pada tahun 2011 terjadi peningkatan 100% yakni 330 kasus tawuran yang menewaskan 82 pelajar. Dan pada januari-juni 2012 terjadi 139 kasus yang menewaskan 12 pelajar. Tawuran terjadi karena “kosongnya waktu siswa” ini dapat di tekan dengan adanya penyaluran hobi untuk seluruh siswa sekolah dan menggusahakan agar siswa diberikan kegiatan seperti ekstrakulikuler, jam pelajaran tambahan dan lainnya.

Terimakasih telah membaca fenomena kenakalan remaja, penyebab dan akibat dari kenakalan remaja
Salam hukum-dps.blogspot.com
Title : Uraian Makalah Sosiologi : Fenomena Kenakalan Remaja
Description : Puji syukur penulis ucapkan atas terselesaikannya tugas analisis ini. Kali ini penulis menganalisi mengenai fenomena kenakalan remaja. ...

0 Response to "Uraian Makalah Sosiologi : Fenomena Kenakalan Remaja"

Post a Comment

Share ya Sobat..

DAFTAR ISI